Karyawan Bank Mega tidak Sopan

Kategori:


Sub Kategory:


Label: BANK MEGA


Saya bukan merupakan nasabah Bank Mega, namun telah mendapatkan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan dan tidak sopan dari karyawan collector Bank Mega. Kronologisnya :

1. Selasa, 20.04.2010, pk.16.40, Collecor Bank Mega telepon ke rumah saya (0251)8375XXX untuk mencari Bapak Yanto. Saya sebagai pemilik rumah sudah mengatakan bahwa rumah yang dituju bukan rumah Bapak Yanto. Tetapi collector tersebut ngotot dan mengatakan saya pembohong. Saya tersinggung dikatakan demikian, karena memang rumah yang saat ini kami tempati sudah kami beli sejak Oktober 2008 dari pemiliknya Bapak H. Adroman. Saya sudah katakan bahwa saya tidak mengenal Bapak Yanto ( yang mungkin sebelumnya pernah mengontrak rumah sebelum kami beli ). Namun collector tersebut tidak percaya dan berasumsi pembantu saya ( karena tidak mendengar dengan jelas ) pernah mengatakan Bapak Yanto sedang keluar rumah . Hingga akhirnya dengan sangat tidak sopan dan berteriak collector Bank Mega mengatakan saya ( maaf ) “b*bi lo… !! “

2. Rabu, 21.04.2010 Saya telepon ke Call Center Bank Mega untuk komplain dan diterima Saudari Debbie. Namun belum ada tanggapan hingga saat ini.

3. Kamis, 22.04.2010 Saya telepon kembali ke Call Center diterima oleh Saudari Yossi, belum ada tanggapan dan dicatat sebagai laporan

4. Kamis 22.04.2010 Saya berinisiatif telepon ke bagian Collector Bank Mega di no. (021)79175000 dan diterima Bapak Yono yang kemudan disambungkan kepada Bapak Adi ( bag. Recovery ). Bapak Adi mengatakan bahwa Bapak Yanto tidak melaporkan alamat baru kepada Bank Mega, sehingga pihak Bank akan telepon ke rumah saya. Saya mengerti. Namun yang saya permasalahkan adalah karyawan Bank Mega mengatakan saya b*abi, yang notabene telah melecehkan harga diri saya. Urusan hutang Bapak Yanto kepada Bank Mega bukan menjadi tanggung jawab saya. Tetapi mengapa saya yang dituduh pembohong dan dikata – katai dengan tidak sopan seperti itu ? Bapak Adi membanting telepon saya, lalu saya telepon kembali. Diterima oleh Bapak Yono dan disambungkan kepada Saudari Stevi yang akhirnya mengakui bahwa beliau yang telepon saya dan mengatai saya. Yang sangat membuat saya marah adalah :

- Sdr. Stevi malah menantang saya dengan mengatakan , “ Ibu mau apa kalau saya ngomong begitu ? “

- Beliau mengatakan, “ salah ibu sendiri ngapain memperkerjakan pembantu budek/tuli ? “ ( Maaf ) apa urusan anda saya memperkerjakan siapa ?

- Dengan nada tertawa sinis, beliau tidak merasa bersalah telah mengatakan hal yang sangat melecehkan tersebut dan tetap tidak bersedia minta maaf. Saya sudah memberikan kesempatan anda untuk meminta maaf secara pribadi kpd saya melalui telepon, namun anda malah menyepelekan apa yang anda perbuat kepada saya.

5. Kamis 22.04.2010 pk. 16.00 Saudari Stevi telepon ke rumah saya berniat untuk minta maaf. Namun saya tidak melihat adanya keseriusan dan penyesalan. Hanya basa basi dan ( tetap ) menyebutkan porsi kesalahan saya.

Kepada Manajemen Bank Mega yang terhormat, hingga saat ini saya menuntut permintaan maaf dari Saudari Stevi yang telah melecehkan harga diri saya. Apabila dalam waktu 3 x2 4 jam, pihak manajemen Bank Mega tidak menanggapi atau melakukan tindakan apapun, maka saya akan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib.

Radityo Rini
Jl. Bumi Menteng Asri Blok BI/13 Menteng Bogor Barat
Bogor

Komentar