Trauma Menjadi Nasabah Bank

Kategori:


Sub Kategory:


Label: Bank Mandiri


Kejadian pertama yang saya alami pada tahun 2008, ketika setelah putusan sela sehubungan dengan gugatan di pengadilan negeri Bogor. Peristiwa pemblokiran rekening ini terjadi, pada tanggal 28 April 2008 ( ketika saya masih menjadi karyawan tetap di Bank Mandiri cabang Bogor Surya Kencana) sampai dengan 31 Mei 2008. Dari pihak manajemen tidak pernah mengkonfirmasi tindakan pemblokiran rekening tabungan ke diri saya dan dilakukan secara sepihak , tidak ada permohonan maaf dari pihak manajemen kepada diri saya dan hak hak saya tidak di hargai selaku nasabah atau karyawan di bank pemerintah. Saya berharap langkah manajemen sampai disini menyakitkan diri saya. Dan saya pernah mengingatkan jangan pernah melakukan hal seperti itu kembali. Dan karir kerja saya berakhir sampai 17 desember 2008, dengan masa bakti selama 20 tahun.

Ternyata mimpi yang menakutkan datang kembali menghampiri diri saya, untuk yang kedua kalinya yaitu pemblokiran rekening tabungan yang terjadi dari tanggal 07-16 april 2009 (dalam status sekarang nasabah bukan karyawan). Tanpa ada konfirmasi serta dasar kesalahan pada diri saya. Apakah karena kewajiban saya pada Bank Mandiri belum lunas? Yakni KTA (Kredit Tanpa Agunan) Mitra Karya.

Saya tidak pernah menunggak dan terlambat pembayaran , hal ini bisa dilihat dari rekening kredit. Namun apabila pihak Bank minta untuk segera di lunasi, kenapa tidak konfirmasi kepada saya melalui telepon atau hubungi diri saya sebagai nasabah. Justru dengan pemblokiran rekening ini luka perasaan saya dikorek kembali, dan sulit untuk menerima perlakuan pihak manajemen kepada diri saya seolah-olah hukum dapat di langgar semaunya. Pada tgl 23 April 2009 keluhan saya utarakan melalui koran radar Bogor dan pikiran rakyat ke surat pembaca untuk harapan ada jawaban dari pihak manajemen hingga hari ini tidak pernah di tanggapi.

Namun saya masih berharap atas kebenaran dan keadilan secara nyata dengan proses pengadilan negeri bogor yang saya ajukan melalui perdata No 40/Pdt.G/2009/PN.BGR tanggal 29 April 2009. semoga proses perkara saya selaku rakyat kecil yang mencari kebenaran ditanggapi. Amin

Harmeidi
Jl Wijayakusuma IX No 1 Taman Yasmin Bogor
Bogor

Komentar