TimeBT Dijalankan di Timezone

Label: Timezone


Bulan Mei saya mendapat voucher bonus Timezone Rp 100.000. Ketika pertama kali dibawa ke Timezone Kuningan, saya berikan ke pegawai Timezone voucher tersebut namun dia berujar SPV lagi off, "Besok saja Ibu kesini lagi". Karena saya telah membawa anak-anak, maka dengan terpaksa saya beli pakai uang sebesar Rp 20.000,- agar anak-anak tidak kecewa. Dengan harapan, besok-besok kalau Saya ke Timezone ini lagi, SPVnya tidak off dan saya bisa memakai voucher bonus ini.

Namun, lagi-lagi Saya dikecewakan tepatnya tanggal 2 Juni 2009, saya dan anak saya pergi ke Timezone Kuningan. Saat saya tunjukan Voucher tersebut, lalu Bapak berbaju biru dan mengenakan dasi bertanya, "Ibu dapat dari mana?". Saya jawab dengan jujur dari kakak saya. Haruskah ada pertanyaan untuk sebuah voucher ? karena dari pengalaman saya yang pernah mendapat voucher belanja, tidak ada tuh pertanyaan dapat dari mana. Seperti bernada curiga, lalu Bapak itu bilang, Ibu tunggu dulu akan saya tanyakan sambil pergi entah kemana.

Saya menunggu dengan amat-amat sabar, namun lagi-lagi dan lagi saya kecewa berat, Bapak itu bilang, di Timezone ini tidak bisa karena memakai koin, silahkan Ibu pergi ke Cirebon, dengan keukeuhnya. Dan Saya pun sudah bilang, di voucher ini ada tulisan Voucher bonus berlaku di seluruh Timezone, berarti yang saya datangi itu Timezone kah ? Atau Time BT ? Kalau Timezone berarti berlaku dong, jelas-jelas di voucher itu tidak disebutkan koin atau kartu. Jadi, saya sebagai pengunjung merasa kecewa dan merasa ketipu dengan Timezone , ternyata anak saya pun merasakannya, ketika kami makan fastfood yang didepan Timezone. Dia bilang, "Padahal tukerin aja ya, Mi. Bapaknya nyebelin", ucapan dari seorang anak berumur 4,5 tahun, berarti ucapan dari hatinya.

Mohon kepada pihak yang bersangkutan buatlah voucher dengan jelas, sejelas-jelasnya agar hal tidak merugikan penunjung, niat untuk Time for Fun jadi Time to Bt dan membuat pengunjung kecewa serta kapok untuk datang lagi.

Maya Sari
Jl. Veteran 78
Kuningan

Komentar