Layanan Buruk

Kategori:


Sub Kategory:


Label: BRI


Hari ini, 5 Desember 2012, saya dikecewakan lagi oleh BRI (cabang Tangerang City). Saya bermaksud melakukan transfer (kliring) dari BRI ke bank lain dengan nominal diatas Rp 5 juta dan untuk itu saya harus melakukan transfer via teller dilengkapi dengan identitas diri. Sayapun melampirkan kartu SIM (KTP tertinggal dirumah).

Saat akan melakukan transaksi, saya dipersulit dengan alasan kartu identitas yang saya lampirkan bukanlah kartu identitas yang dikenali oleh buku tabungan saya, yaitu KTP. Saya mempertanyakan letak perbedaan antara kartu identitas berupa SIM dengan KTP. Bukankah kedua kartu tersebut sama-sama menunjukkan identitas saya? Saya tidak paham dengan teller dan supervisor yang tetap meminta untuk melampirkan KTP. Bukankah tujuan pelampiran kartu identitas untuk mebuktikan bahwa orang yang berdiri dihadapan teller adalah benar nasabah yang memegang buku tabungan?

Saya kemudian disarankan kebagian customer service untuk mengganti data pribadi menggunakan data kartu SIM. Permintaan yang sangat absurd mengingat saya ditolak dibagian teller karena menggunakan SIM sebagai identitas diri tetapi dapat mengganti data hanya dengan menggunakan SIM dibagian customer service. Miris rasanya mendengar saran seperti itu. Sebelumnya juga saya dikecewakan oleh BRI (cabang Jakarta Veteran) karena proses pencairan deposito yang dibuat rumit. Dikarenakan saya bekerja dan deposito hanya dapat dicairkan dihari kerja, saya mengutus orangtua untuk mewakili dalam proses pencairan (dengan disertai surat kuasa bermeterai tentunya).

Penerima kuasa harus bolak-balik ke BRI Veteran dikarenakan pencairan hanya dapat dilakukan ditanggal jatuh tempo dan tidak boleh dititipkan ke customer service. Saya cukup heran dengan proses tersebut karena menurut saya, seharusnya tidak ada risiko yang timbul dari pencairan yang langsung dikreditkan ke rekening nasabah.

Merlin Nova Dameyanti P
Jl. Ampera II Komp. MARI No. 13A Ragunan
Jakarta Selatan

Komentar