Pelayanan Kartu Kredit BCA Prabumulih Mengecewakan

Kategori:


Sub Kategory:


Label: BCA


Hari Senin tanggal 15 Januari 2013 tepatnya pukul 13.30 WIB saya mendatangi Kantor Cabang BCA Kota Prabumulih dan diterima oleh Customer Service yang bernama Saudari. Ika. Maksud dan tujuan saya adalah untuk menaikkan Limit Kartu Kredit BCA saya dengan nomor kartu 4556 3388 8180 7XXX yang telah 3 bulan dari kenaikan Limit di bulan September 2012. Pada saat itu Saudari Ika menyarankan saya agar tagihan saya dibayarkan secara Auto Debit. Namun pada saat bersamaan saya tolak dengan alasan saya tidak pernah membayarkan Tagihan Kartu Kredit saya melampui batas tanggal jatuh tempo dan saya masih mampu membayarkan secara setoran baik melalui Setoran Tunai dari mesin maupun setor langsung ke Teller BCA.

Kemudian berkas saya diterima sdri. Ika dan akan diproses. Namun pada tanggal 16 Januari 2013, sdri. Ika menelpon saya dan menyatakan kalo pengajuan kenaikan limit saya tidak bisa diproses dengan alasan ada tunggakan dalam pembayaran kartu kredit saya (sementara saya sudah konfirmasi ke call center 500888 dan dinyatakan bisa untuk pengajuan kenaikan limit / tidak ada masalah) saya ditawarkan call center untuk menaikkan limit namun saya ingin mengajukan via kantor cabang saja di Prabumulih. Saya menyangga dan sempat tersinggung atas ucapan sdri. Ika , dimana saya tidak pernah merasa membayar kartu kredit saya selama pemakaian terjadi tunggakan.

Kemudian masalah ini saya teruskan kepada sdr. Yusach (bagian Kartu Kredit) dan dibenarkan oleh sdr. Yusach kalo Usulan Kenaikan Kartu Kredit saya ditolak karena pernah terjadi penunggakan. Dan pada saat yang bersamaan saya protes karena memang yang dipermasalahkan ternyata saya pernah 1 kali melakukan keterlambatan atas pembayaran kartu kredit, dimana tanggal jatuh tempo saya tanggal 19 tiap bulannya dan pada saat itu saya membayar tagihan kartu kredit saya pada tanggal 20 (terlambat 1 hari karena kelupaan bukan unsur kesengajaan atau tidak mampu membayar dan setelah ingat tanggal 19 ada tagihan namun pada saat itu saat sedang berada diluar Kota). Dikarenakan saya sedang berada diluar kota / Danau Ranau dan tidak ada jaringan ATM pada saat itu. Selama pemakaian dari bulan Agustus 2011 sampai dengan sekarang hanya 1 kali pembayaran saya tertunda bukan karena kesengajaan.

Kemudian sdr. Yusach menganjurkan saya untuk memakai Auto Debit namun tetap saya tolak. Dikarenakan saya tidak mau memakai sistem Auto Debit ini lah pengajuan kenaikan limit kartu kredit saya ditolak namun dialihkan karena alasan Penunggakkan. Saya sempat menjelaskan kepada sdr. Yusach, untungan mana pembayaran auto debit atau pembayaran secara langsung ? Dimana kalau pembayaran secara langsung saya bayarkan setelah tanggal cetak jauh sebelum tanggal jatuh tempo. Tanggal cetak saya adalah tanggal 01 tiap bulannya, sementara saya membayarkan tagihan kartu kredit saya pada tanggal 02, 03, 04, dst nya. Berkisar s/d tanggal 10, jauh dari sebelum tanggal jatuh tempo yang jatuh pada tanggal 18 / 19 tiap bulannya. Kalau toh ternyata saya ini termasuk nasabah yang dinilai Nakal atau sering membayarkan tagihan diatas tanggal jatuh tempo besar kemungkinan saya setuju untuk dilakukan pembayaran Auto Debit, tapi kenyataannya saya selalu Konsekuen dengan tanggal pembayaran saya yang jauh dari sebelum tanggal jatuh tempo. Jelas ini sangat tidak fair, dimana pengajuan kenaikan limit saya gagal hanya karena Oknum pegawai BCA nya yang menolak dan bukan gugur karena Pihak Analis Pusat.

Saya paham dan mengerti kalau kebijakan Usulan Kenaikan Limit menjadi Kebijakan Kantor Cabang domisili pembuatan Kartu Kredit, namun jangan mentang – mentang Kebijakan itu ada pada Kantor Cabang bukan berarti dengan seenak nya memutuskan Penolakan Usulan Kenaikan Limit , semestinya pihak cabang bisa mendukung upaya didalam Kenaikan Limit Nasabahnya, dan jika karena masalah sepeleh lalu memutuskan penolakan usulan Kenaikan Limit, itu sangat – sangat mengecewakan kami sebagai nasabah BCA. Hal ini membuat saya kecewa sekali, dan mohon agar Pihak dari Kantor Pusat BCA Palembang untuk menindaklanjuti hal semacam ini agar tidak terulang dikemudian hari. Dan coba di cross check lagi pemakaian kartu kredit saya, kalo memang menurut bapak pembayaran saya jelek, OK lah saya bisa terima penolakan ini.

Namun jika dalam hal pembayaran saya tidak ada masalah, lalu kenapa usulan kenaikkan Limit saya ditolak hanya karena saya menolak pembayaran Auto Debit, demikiankah sistem yang ada di BCA ? Sejelek itukah pelayanan Bank BCA yang selama ini saya acungkan jempol ? Sebelum saya memiliki Kartu Kredit BCA, pihak Marketing dengan piawainya merayu konsumen agar mau buat Kartu Kredit BCA, namun setelah konsumen berhasil dirayu dan kartu kreditnya jadi, haruskah Oknum Pegawai BCA merusak Citra BCA dengan membiarkan Nasabah Kartu Kredit BCA menutup Kartu Kreditnya dengan kejadian seperti ini ? Mohon tanggapan dan tindak lanjut dari Tim Manajemen BCA Palembang agar tidak membiarkan kejadian serupa akan terjadi pada Nasabah BCA lainnya. Terima kasih.

Juli Afriansyah
Perum Prabu Indah Blok F4 No. 17B Rt 5 Rw 4 Kelurahan Gunung Ibul
Prabumulih Sumatera Selatan

Komentar