Tidak Profesionalnya Bank Mega

Kategori:


Sub Kategory:


Label: BANK MEGA


Dulu saya adalah pengguna kartu kredit Bank Mega yang mana no kartu kreditnya pun saya sudah lupa. Pada saat pendaftaran alamat saya masih di orang tua saya yaitu di Kompleks Gerlong Permai no.91 Bandung. Mungkin Pihak Bank Mega bisa mencari record: Pengguna kartu kredit atas nama Denny Setiawan yang beralamat diatas. Kartu kredit tersebut telah saya tutup sekitar akhir tahun 2010 atau awal tahun 2011. Saya lupa persisnya. Namun saya terkejut sekitar bulan Maret 2011 saya dapat tagihan dari Bank Mega kalo saya ada melakukan transaksi via internet dan tagihannya pun datang telat. sehingga saya ditagih atas 2 bulan transaksi yang tidak pernah saya lakukan.

Saya pun mengajukan pengaduan nasabah via situs resmi Bank Mega. Namun historis keluhan tersebut tidak bisa saya tampilkan kembali, karena melalui template dari situs bank mega yang tidak bisa dipanggil kembali. Saya pun dapat email balasan dari Bank Mega pada tanggal 4 Maret perihal konfirmasi pengaduan customer bank Mega yang isinya: Nasabah Bank Mega yang terhormat, Sebagai tindak lanjut atas pengaduan yang telah Bapak/Ibu sampaikan, maka kami akan menghubungi Bapak/Ibu di no. telepon sesuai tertera di Form Pengaduan yang telah Bapak/Ibu cantumkan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami dan kami ingin mengucapkan terima kasih atas pengaduan yang telah Bapak/ibu sampaikan.

Sesuai isi email diatas saya pun ditelepon oleh pihak bank Mega beberapa hari kemudian. Inti dari pembicaraannya adalah pihak bank Mega akan melakukan pengecekan terlebih dahulu. Saya pun menunggu hasilnya, namun pada bulan2 berikutnya tidak ada kabar dan saya kembali mendapatkan surat tagihan. saya pun mengajukan pengaduan kembali ke situs bank mega yang sama dan kembali mendapatkan email konfirmasi pada tanggal 13 Mei 2011 dan 13 September 2011.

Terakhir kali ada Debt collector yang menelepon ke rumah orang tua saya. Saya pun protest keras ke Bank Mega via situs Bank mega dan akan mengajukan ke surat pembaca jika penanganan kasus ini belum tuntas juga. Adalah wajar kalau tagihan yang bukan transaksi saya dan saya mengajukan komplain atas tagihan tersebut. Komplain saya yang terakhir direspon oleh bank Mega dan saya anggap selesai karena tidak pernah ada lagi tagihan sejak tanggal 7 Desember 2011 hingga kemarin tanggal 12 Maret 2013.

Namun ternyata Bank Mega lebih gila lagi dan tidak profesional, hari ini pada tanggal 13 Maret 2013, rumah orang tua saya didatangi oleh Debt Collector dan meminta orang tua saya melunasi hutang saya. No kartu kredit saya sudah ga pernah saya ingat. hasil telepon juga hanya Bank mega yang punya record-nya. Saya merasa ditipu dan dipermainkan sama Bank Mega yang menjalankan bisnis busuk untuk mempermainkan nasabah.

Saya sampai saat ini adalah pemegang kartu kredit BCA. dan saya tidak pernah mengalami kesulitan sama sekali dengan kartu kredit BCA. Yang perlu pihak Bank Mega ketahui saya memakai kartu kredit BCA sebelum saya menggunakan kartu kredit Bank Mega dan bahkan sampai sekarang pun saya masih setia menggunakan kartu kredit BCA.

Pada prinsipnya kalo itu adalah benar hutang saya saya bersedia membayarnya, apalagi cuman nominal Rp.2 juta. Tapi jika itu bukan tagihan saya. Jangankan Rp 2 juta, Rp1,- pun tak akan saya bayar. Saya yakin Bapak-bapak pembesar Bank Mega bisa mendapatkan historis pembayaran kartu kredit saya di BCA. Saya selalu melakukan pelunasan ontime dan 100% dan nilai transaksi lebih besar dari Rp.2 juta,-. Saya minta tanggapan secara tertulis dari Bank Mega jangan via telepon lagi yang mana tidak jelas status penyelesaiannya.

Apakah Bank Mega cukup adil bertemu dengan saya atau penakut yang bersembunyi dibelakang Debt Collector? Saya kapok berurusan dengan Bank MEga. Saya menghimbau kepada para pembaca jangan terpancing dengan rayuan iming-iming menarik dari Kartu Kredit, apalagi dari Bank yang tidak jelas seperti Bank Mega. Percuma nama besar, tapi secara kinerja tidak sehat dan mendapatkan sumber dana dari membohongi nasabah. Terima kasih Kompas.com.

Denny Setiawan
Kompleks Kembangan Baru
Jakarta Barat

Sumber
Jika anda keberatan, artikel tidak pantas Laporkan

Komentar