Kecewa Pelayanan Sriwijaya Air

Kategori:


Sub Kategory:


Label: Sriwijaya air


Pada tanggal 2 Agustus 2013 saya akan melakukan penerbangan dari Pangkalpinang-Solo. Saya beserta anak saya yang pada saat itu masih berusia 21 bulan. Sesuai aturan maskapai saya membeli 1 tiket dewasa dan 1 tiket infant (untuk anak saya). Pada saat membeli tiket pun saya ditanya tanggal lahir anak saya oleh petugas agent tiket Sriwijaya. Pada waktu check-in, saya diminta untuk menunjukkan anak saya yang masih infant, dan saya pun menunjukkannya kepada petugas check-in (petugas check-in tidak mempermasalahkan).

Pada waktu sudah naik pesawat dan menduduki bangku tiba-tiba seorang pramugari mengatakan (dengan nada kasar) bahwa anak saya sudah terlalu besar dan tidak boleh dipangku, dan menyuruh saya turun dari pesawat. Saya sudah menjelaskan kepada pramugari tersebut bahwa anak saya masih berusia 21 bulan. Namun pramugari tersebut tetap ngotot menyuruh saya turun dari pesawat, dan pesawat tidak akan terbang sebelum saya turun.

Pada awalnya saya bersikukuh tidak mau turun karena saya sudah naik pesawat sesuai prosedur, saya punya tiket sesuai aturan, dan saya pun sudah check-in dengan benar. Setelah bersitegang cukup lama, ada petugas dari Sriwijaya yang naik ke pesawat dan menyuruh saya untuk tetap turun dari pesawat. Anak saya yang memang masih infant diharuskan membeli tiket sendiri (tiket dewasa) dan kami harus ikut dipenerbangan berikutnya.

Terus terang saya sangat kecewa dan sakit hati dengan perlakuan awak kabin Sriwijaya Air tersebut terhadap saya. Dan anehnya hal tersebut hanya dipermasalahkan pada penerbangan Pangkalpinang-Jakarta. Sedangkan untuk connecting flight Jakarta-Solo tidak ada masalah dengan status anak saya yang masih infant.

Sumber
Jika anda keberatan, artikel tidak pantas Laporkan

Komentar