Teror dari Home Credit

Label: HOME CREDIT INDONESIA


Pada tanggal 8 Juni 2014 saya mendapat telepon dari Home Credit yang mencari seseorang bernama Yandi Usman. saya menjawab dan menjelaskan kalau salah sambung. Dan saya bukan Yandi Usman. Saat itu saya berpikir itu hanya sekedar telepon salah sambung belaka. Tetapi ternyata telp tersebut terus berlanjut. Saya pun telah berkali-kali menjelaskan bahwa ini no telepon saya, bukan bapak Yandi Usman dan saya tidak ada hubungan apapun dengan bapak Yandi Usman. Namun telepon terus berlanjut. Bahkan dalam 1 hari bisa 3-8 kali. Benar-benar mengganggu saya.

Akhirnya pada tanggal 16 Agustus, saya dan suami mendatangi kantor Home Credit yang terletak di Graha Paramita Jl. Denpasar Raya Blok D2 Jakarta 12940. Karena pada 1 hari sebelumnya dari pihak Home Credit menghubungi saya dan membuat janji untuk datang pada keesokannya. Saat itu saya berbicara dengan bapak Riski. namun, sikap yang tidak kooperatif saya terima dari pihak Home Credit. Satpam yang arogan dan orang-orang yang sama sekali tidak membantu atau memberikan solusi. Saya malah diminta untuk datang pada pada hari kerja.

Akhirnya berbekal informasi yang saya cari bahwa Home Credit mempunyai alamat yang lain, saya dan suami melanjutkan ke Gedung AXA lt. 35 - Kuningan. Disana saya dibantu oleh ibu Retna Dwi K. Beliau menjanjikan akan menolong mengklarifikasi hal tersebut dgn janji masalah akan selesai dalam 14 hari karena sistem. Sungguh mengherankan bagi saya. Sistem seperti apa yang mereka bangun sehingga menyulitkan orang lain yang jelas-jelas tidak ada kaitan sama sekali dengan Home Credit. Ini berarti saya akan menikmati kembali terror dari Home credit selama 14 hari ke depan.

Kalau ditotal hampir 4 bulan saya mendapat terror. Saya adalah korban ketidaktelitian sales dari Home Credit sehingga menyebabkan no telepon saya tercantum di data konsmuen dari Home Credit. apakah sales tidak melakukan survey? Sehingga dengan mudahnya percaya pada data yang diberikan dan menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Setelah pertemuan dengan ibu Retna Dwi K, saya berharap no telepon saya tidak dihubungi lagi oleh pihak Home Credit. Namun ternyata malah makin menggila. Sungguh mengganggu saya. Padahal pada hari senin 18 Agustus 2014 dan hari selasa 19 Agustus 2014 suami saya sudah datang kembali untuk mengklarifikasi masalah ini.

Ini dapat menjadi pelajaran bagi orang lain yang hendak menggunakan jasa dari Home Credit. Saya yang tidak pernah ada sangkut pautnya dengan Home Credit saja di teror dengan telepon setiap hari. Apalagi anda yang memang menggunakan jasa dari Home Credit. Berhati-hatilah dengan Home Credit Indonesia.
Sumber
Jika anda keberatan, artikel tidak pantas Laporkan

Komentar