HUKUM dan HAM


Pendidikan & Pelayanan Kesehatan Pelayanan Kesehatan

16 dilihat


Sebelum nya saya sebagai kaskuser jika salah kamar. Ini pertama kalinya saya posting diluar BP dan Lounge. Tadi nya mau masuk ke Forum melek hukum, tapi kayaknya disana lebih kepada studi, jadi ane pilih forum ini untuk menyampaikan pertanyaan pertanyaan dalam hati ane.

Ane adalah salah satu dari 30 peserta yang dinyatakan lulus pada penerimaan CPNS kemenkumham 2012 lalu untuk bidang pengamanan masyarakat. Nama ane sudah di publikasi lewat koran harian rakyat bengkulu dan website kemenkumham baik pusat maupun daerah.
Tapi belakangan bulan maret lalu ane mendapat kabar buruk, ane dinyatakan lulus bersamaan dengan pembagian surat penggilan pelatihan untuk peserta lain yang dinyatakan lulus juga. Ane kaget.
Memang sih, dulu sewaktu pemberkasan ulang, ditemukan bahwa tinggi bada ane kurang dari 165 cm saat pengukuran ulang. Yaitu ditulis 164 cm, dan belakangan saat diukur ulang kembali oleh dengan alat ukur yang beda namun tetap milik kanwil kumham bengkulu yaitu 164,8 cm, atau kurang 0,2 cm dari 165 yang di minta.

biar jelas, berikut urutan kejadiannya :
1. bulan 7 - 9
melakukan pendaftaran online, verifikasi berkas, tes fisik dan kesamaptaan, dan terakhir tes tertulis. pada tes tertulis saat ane urutkan, ane pada urutan 11,12,13 (krn 3 orng bernilai sama). Nilai pada urutan 30 kalo tidak salah ingat yaitu 39,5. Nilai ane 64,0.

2. bulan 10 pengumuman kelulusan CPNS
jadi pada bulan 10, nama ane ada pada daftar kelulusan CPNS (bukan kelulusan tes tertulis),, jadi secara hukum sudah sah karena surat edaran tersebut dari kantor pusat. Dan di koran harian rakyat bengkulu pada halaman utama pun nama ane ikut tercantum.

3. bulan 11 awal ane ikut pemberkasan ulang. Saat itu semua berkas asli di cek kembali, kecuali ijazah, yang lainnya dikirim ke pusat. Pada saat itu juga diadakan pengukuran ulang. Terdapatlah 2 orang termasuk saya, yang ukurannya kurang dari standar. Satu lagi seorang cewek, dia kurang 0,5 cm dari 155 dan ane kurang 1 cm dari 165 cm. Sumpah ane kaget bukan main, secara hasil pengukuran dirumah sakit tinggi ane ditulis 165 cm, ane berani bersumpah ane dirumah sakit cuma datang, berdiri di alat ukur dan timbang, trus nunggu surat kesehatan keluar, gak pake kenal atau duit.

4. bulan 12 kanwil kedatangan tim inspektorat dan seorang dari biro kepegawaian namanya pak novli. Disana kami si periksa. ane ditanyai apa saja syarat syarat masuk cpns kemenkumham. Ane udah sebutin semua. Trus pada hal tinggi badan, beliau bertanya "kalo anda tau tinggi anda kurang, kenapa masih ikut?". woww,, ane kayak anak kecil jadinya. Kalo beliau paham, justru ane ikut krn ane merasa syarat2 sudah terpenuhi, termasuk tinggi badan yang pada saat tes fisik sudah diukur oleh panitian dan di tetapkan 165 cm.. Kalo ane tau kurang ngapain ane repot repot ikut tes cpns, apalagi ane dari keluarga yang kurang mampu gan, biaya itu minjam semua dari kerabat (kalo perlu di cek, nama yang beri pinjaman itu Ibu ruche malau berupa anting emas yang akhirnya kami gadai untuk biaya2 ane ikut tes).
Pada saat itu, ane diukur ulang, dalam 1 hari ane diukur sebanyak 3 kali karena ane gak puas dan gak percaya dengan alat ukur mereka. Hasil akhir pada hari itu tinggi ane diperkirakan 164,3 cm. Dan pada hasil tersebut ane belum puas.
Besoknya ane datang lagi ke kekanwil untuk diukur dengan alat ukur lain, krn seingat ane ada dua alat ukur pada saat tes fisik. Pada alat ukur kedua, tinggi ane diperkirakan 164,8 cm. Kalo agan ada pada posisi ini, dengan berbedanya alat pengukur tersebut, apa agan tetap yakin pada hasil ukur tersebut?

5. Waktu berjalan hingga bulan maret tiba, tanpa kabar berita tentu saja ane merasa bahwa tidak ada apa apa. Ane berniat untuk menempa baju dinas ketukang jahit, ane minjnam uang dengan saudara ane yang dibandung senilai 3 juta. Trus ane telpon pihak kanwil apakah baju dinas ditempa di luar atau di kanwil. tapi apa balasannya? pihak kanwil berkata bahwa ane jangan tempa baju dulu, tunggu kepastian kapan mulai pelatihan. Jadi tempa baju diundur.

6. Pada tanggal 17 maret, semua peserta cpns yang lulus ditelpon untuk mengambil surat panggilan pelatihan kekanwil. Kebetulan ane gak dapat telpon saat itu, ane tanya sama temen ane yang lulus perancang undang undang (kebetulan dekat rumah) dia juga gak ditelpon tapi dikabari suruh datang. Otomatis ane merasa bahwa ane juga harus datang krn pikiran ane mungkin pas staff kanwil nelpon hp ane gak aktif.

7. Pada tanggal 18 maret ane datang ke kanwil, teman teman yang lain juga sudah datang. Saat sampai di kanwil, staff menelpon bahwa ane belum dipanggil, tunggu telpon selanjutnya. tapi ane ikut ikut aja rapat bareng teman teman yang lain. Ujung ujungnya pembagian surat panggilan pelatihan ditunda sampai 1 minggu.

8. Pada tanggal 25 Maret , ane datang lagi ke kanwil, teman teman lain langsung mengambil surat panggilan pelatihan, tapi ane dipanggil keruang kakanwil untuk disampaikan bahwa ane dinyatakan gugur, Sumpah gak bisa dijelaskan perasaan saat itu, karena gak nyangka banget setelah berbulan bulan baru dikabari bahwa ane gugur dan digantikan oleh nilai tertinggi dibawah ane berdasarkan rangking (tapi gak disebutkan siapa). Perlu diketahui bahwa ane digugurkan secara lisan, artinya tidak ada surat tertulis yang ditujukan untuk ane.

9. Pada tanggal 2 april ane menulis surat keberatan untuk menteri perihal pengguguran ane, tembusan ke wamen, irjen, dan sekjen. Sampai detik ini tidak ada tanggapan padahal sudah 2 bulan lebih.

Apa kah mereka sesibuk itu hingga tidak ada tanggapan atau belum ditanggapi mengingat pekabaran gugur saja menghabiskan waktu 3 bulan?

Banyak pendapat miring dari tetangga bahwa ane di selip orang atau sengaja digugurkan, atau panitia bermain dan sebagainya. Ane gak tau jadi ane hanya diam saja. Akhirnya ane berpikiran untuk membuat surat bermaterai dari rumah sakit umum daerah yang mengukur ane bahwa tinggi badan ane memang benar 165 cm.
Awalnya, ane mau ukur aja, gak pake buat surat kesehatan. Pihak rumah sakit ngotot bilang tinggai badan ane emang 165 cm. Akhirnya ane ceritakan masalah ane. Lalu mereka ukur lagi dan berkata bahwa "MUNGKIN" sewaktu pengukuran dulu ane ngukur pada pagi hari yang mana "katanya" tinggi badan lebih tinggi pada saat pagi hari. Ane yang gak ngerti apa apa ya bingung aja. Memang sih, alat ukur di rumah sakit itu kelipatan 0,5 cm. Pas ane diukur, tipis banget hampir menyentuh 165 cm, mungkin karena itu mereka menulis 165 cm. Lagian katanya gak pernah buat surat kesehatan ditulis Kurang lebih 165 cm atau 164,8.

Sumpah ane jadi bingung dan putus asa banget. 3 minggu ane dirumah terus frustasi banget. Sementara banyak lowongan kerja yang ane tolak sejak ane dinyatakan lulus. Apalagi pada bulan 9 tahun 2012 ane baru aja wisuda d3 ane, banyak lowongan bahkan dari dosen ane sendiri ane di rekomendasikan pada sebuah perusahaan yang personalianya adalah kerabat dia, krn dosen ane tahu kemampuan ane selama kenal ane.
ada beberapa saran dari teman dan kerabat, salah satunya melapor ke ombudsman, tapi kerabat lain berkata bahwa kalo kesana akan sia sia saja karena mereka gak akan mengurusi kasus kecil seperti kasus ane sementara banyak kasus yang belum terselaikan.
Pendapat lain adalah mem PTUN kan kanwil kemenkumham, tapi ane berat diongkos untuk sewa pengacara. Modal ikut tes aja pinjam, apalagi untuk sewa pengacara.
Ada lagi pendapat yang menarik yaitu melapor ke jurnalis seperti metro tv atau tv one. Tapi ane gak punya kenalan 1 pun gan.

Akhirnya ada salah seorang teman orang tua yang berprofesi sbg seorang anggota polisi (brimob), dia menganjurkan ane untuk datang kejakarta langsung dan mengeluhkan ke menteri tentang masalah ane, Tapi ane dah pesimis duluan. Apa bisa ane ketemu mereka, sedangkan surat yang berbulan bulan aja gak ditanggapi.

Pada tanggal 4 mei kemarin ane berangkat ke jakarta untuk cari kerja, ane masih cari cari online karena belum tahu seluk beluk jakarta dan minim kenalan. Ane malah pernah di minta 550ribu untuk sebuah pekerjaan yang mana ane dinyatakan lulus wawancara dan uang tersebut untuk seminar, Tapi ane gak lunasi karena banyak yang bilang itu penipuan.


barusan tadi siang ada teman orang tua lain yang berkata bahwa dia punya adik yang dulu pernah digugurkan dikanwil tapi akhirnya dia melapor kepusat dan penggugurannya di batalkan,

Nah, ane minta pendapat dan saran untuk agan agan apa yang harus ane lakukan selanjutnya. Atau kalo ada yang bekerja di kantor pusat kemenkumham dijakarta, apakah orang kampung seperti ane punya kesempatan bertemu bapak bapak dikantor tersebut baik menteri atau wamen? Apa yang harus ane persiapkan? Tolong bantuan teman teman kaskuser yang mengerti.

Oh iya, kerabat ane ada yang bilang bahwa kelulusan ane diumumkan melalui surat edaran dari kantor pusat, sedang kan penggugurannya dari kanwil dan tidak ada surat tertulis. Dia bilang bahwa itu cacat hukum. Apakah benar?

maaf ane kalo kepanjangan, ane sangat berharap bantuan agan agan.
Agan boleh posting disini komentar agan atau email ane [email protected]
Ane posting ini dari warnet jadi gak selalu bisa langsung balas. Makasih agan semua.

Source : kaskus

Terkait

Diminta Bayar Terlebih Dahulu, Allianz tak Sesuai Polis
Bertanya tentang sulitnya Refund BPJS
iklan askes yg mempesona
Pembuangan Sampah Liar di Kelurahan Tugu Depok

Laporkan Suratpembaca ini : admin at suratpembaca.web.id
Tolong Sertakan URL / Alamat lengkap halaman ini

Komentar