Susahnya Minta Surat Keterangan Pelunasan Kartu Kredit

Kategori:


Sub Kategory:


Label: Bank Mega


Saya pemegang kartu kredit Bank Mega no.4201 9103 5414 1*** Pekanbaru dari tahun 2007. Karena kelalaian saya, ternyata pada bulan Juli 2010 ditelepon oleh bagian Collection Bank Mega Medan bahwa tagihan saya yang harus dibayar adalah sebelas juta lebih. Tentu saja saya jadi kaget karena saya merasa utang saya terakhir tidak sampai 3 juta rupiah. Lalu petugas tersebut ( kalau tidak salah namanya Cut) mengatakan bahwa utang saya tersebut akan di reschedulling sehingga saya hanya berkewajiban membayar sebesar 6 juta dengan syarat saya harus mencicilnya setiap bulan.

Lalu sayapun menyanggupinya. Demikian mulai bulan Juli 2010 setiap bulan saya selalu mencicil melalui setoran tunai di teller Bank Mega Pekanbaru dengan kisaran antara 200 sampai dengan 300 ribu rupiah, hingga terakhir kemaren tanggal 14 April 2011 sebesar 250 ribu rupiah. Pada tanggal 10 Maret 2011 saya mengajukan kredit di bank lain untuk keperluan anak saya yang mau bersekolah, saya kembali dikagetkan dengan adanya print out SID dari Bank Indonesia yang menyatakan bahwa saya masih mempunyai tagihan macet di Bank Mega sebesar 6 juta lebih. Lho, ?

Sayapun bingung, karena saya merasa sudah mencicilnya setiap bulan tapi kok tidak mengurangi saldo utang saya? Hari itu juga (tgl 22/4/2011)saya konfirmasi ke Bank Mega Pekanbaru. Saya diterima oleh bagian tagihan Kartu Kredit Sdr. Ananda. Setelah di cek ke system, ternyata memang masih ada tagihan saya sebesar yg tertera di BI tersebut. Lalu saya tanya, kemana pergi uang yang saya setorkan setiap bulannya? Sdr. Nanda tersebut menelpon bagian Collection Medan dan berbicara sebentar. Lalu menyuruh saya bicara langsung dengan petugas disana.

Jawaban dari seberang mengatakan bahwa saldo utang saya hingga hari itu (22/4/2011) adalah sebesar Rp. 1.700.000,- lagi. Saya pun saat itu juga membayar ke teller dengan harapan segera dapat menutup rekening tersebut dan mendapat surat pelunasan dari Bank Mega Pekanbaru. Tapi katanya hanya Medan yang bisa memberikan surat tersebut, dan berjanji kalau tidak siang itu (jumat), paling lambat Senin pagi saya sudah bisa menerima surat keterangan pelunasan tersebut.

Saya pun pulang. Hari senin (25/4/2011) siang berikutnya, saya datang lagi ke Bank Mega Pekanbaru dan menanyakan tentang surat pelunasan atau penutupan rekening saya tersebut, karena janji akan ditelpon dari Medan tak kunjung datang sementara saya sangat butuh surat itu untuk pencairan kredit yang saya ajukan. Tapi jawabannya sangat mengecewakan. Sdr. Ananda bilang bahwa surat tersebut hanya bisa keluar setelah 3 bulan. Bahkan dia bilang bahwa Bank Mega Pekanbaru tidak mau mengeluarkan surat tersebut. Suratnya akan keluar dari BI.(mana yang benar?)

Untuk selanjutnya saya diberi nomor telepon Bank Mega Medan yang konon katanya bagian collection dan disuruh menghubungi sendiri. Saya minta print out catatan cicilan saya sebagai bukti bahwa utang saya telah lunas, ybs bilang tidak ada catatannya di Bank Mega. Bagaimana mungkin Bank Mega tidak punya catatan uang masuk dari nasabah ? Lalu kemana aliran dana tersebut setelah diterima oleh teller?

Sebenarnya apa yang terjadi? Lewat surat pembaca ini saya mohon tanggapan dari Bank Mega. Saya hanya butuh surat keterangan pelunasan utang saya segera dibuatkan. Saya butuh sekali karena permohonan kredit saya dipending hanya gara-gara surat ini, padahal saya sudah menjalankan kewajiban saya. Saya lihat sistem di bank Mega ini sungguh aneh, karena pada waktu konfirmasi ke Bank Mega Pekanbaru, saya disuruh telepon sendiri ke Bank Mega Medan.

Jadi apa fungsinya Bank Mega Cabang Pekanbaru kalau setiap nasabah bermasalah harus telepon sendiri ke Medan. Sialnya lagi, setiap saya menelepon ke Medan petugas yang harus saya hubungi tersebut (konon katanya bernama Willy) selalu tidak ada ditempat. Lalu kemana saya harus mengadu?

Rozita
Jl. Surian VII Blok B24a No. 19 Pandau Permai
Pekanbaru

Komentar