Hati-hati dengan Mobil BMW

Kategori:


Sub Kategory:


Label: PT BMW Indonesia


Hari Selasa tanggal 15 November 2016, istri saya menggunakan mobil tersebut (sedan BMW seri 3) untuk menjemput anak saya dari sekolah di perumahan Kedoya Baru. Seketika saat istri saya dalam antrean jemput (jemput anak sekolah disana sistemnya mobil harus antri untuk jemput), hujan besar dan menimbulkan genangan air. Kemudian tiba-tiba mobil tersebut mati atau mogok.

Pada saat kejadian banyak mobil lain yang sedang antre dan juga ada motor yang juga lalu lalang. Tidak ada kendaraan lain yang mati. Setelah beberapa saat mobil tersebut hidup kembali dan dipinggirkan oleh istri saya dari jalanan yang masih tergenang air ke area parkiran yang lebih tinggi. Saat itu istri saya harus terjebak di sana satu setengah jam karena takut mobil mati lagi.

Berdasarkan konfirmasi yang kita lakukan dengan pihak BMW Astra, seharusnya mobil bisa tetap jalan karena air tidak tinggi (genangan saat itu kurang dari setengah ban). Setelah genangan lebih surut, akhirnya mobil tersebut dibawa ke EUROCAR BMW Jalan Panjang dan dilakukan pengecekan. Katanya disaluran udara sudah ada bekas air dan harus di-service. Karena sudah ada bekas air, (istilah mereka water hammer) mobil tidak bisa masuk jaminan mereka. Menjadi keberatan dan keluhan saya adalah saat kejadian genangan benar-benar pendek.

Hanya kendaraan saya satu-satunya yang mati. Kalau memang seperti itu seharusnya dari awal kami atau customer lain membeli mobil BMW harus diberikan peringatan keras jangan sampai mobil tersebut terkena genangan air karena akan mogok. Saya sudah menyampaikan keluhan ini kepada pihak BMW Indonesia, tetapi respon yang didapatkan sangat mengecewakan. Saat ini mobil saya sedang ditangani pihak asuransi setelah nasibnya tidak jelas di oper ke sana ke mari (EUROCARS - ASTRA Sunter- Bestindo), saat ini ada di Bestindo.

Kalau memang kualitasnya seperti itu, buat apa saya harus mengeluarkan uang yang juga tidak sedikit untuk membeli mobil BMW? Lebih baik saya beli motor bebek (karena saat kejadian motor bebek pun mampu melewati genangan air yang ada). Setidaknya tidak mogok dan istri serta anak saya tidak harus terjebak satu setengah jam. Bukan hanya kerugian material yang harus saya hadapi, tapi juga pengalaman buruk untuk istri dan anak saya.

Sumber
Jika anda keberatan, artikel tidak pantas Laporkan

Komentar