Marak Penipuan Online, Ini 5 Cara Mengetahui Situs Palsu

Kategori:


Sub Kategory:


Label: ecash tcash mcash emoney online


Sebuah situs selayaknya menjadi media yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Bahkan di era digital seperti sekarang ini, situs sudah digunakan sebagai media jual beli. Tapi nggak sedikit pula pihak yang kurang bertanggung jawab menjadikan sebuah situs sebagai ladang untuk menipu.

Nah bagi kamu kamu yang sering berselancar di internet, atau bahkan berbelanja secara online pasti sering menemukan promo menggiurkan di situ-situs tertentu. Biar kamu nggak jadi korban penipuan online, yuk pahami bedanya situs asli dan abal-abal!

Cek Nama Situs

Banyak kasus mengenai penipuan online menggunakan metode Typosquatting dan URL Hijacking. Jadi para penipu online menggunakan kemungkinan kesalahan pengetikan kamu (typo) untuk dijadikan alamat situs lain yang dibuat semirip mungkin dengan situs aslinya. Sebagai contoh, ada beberapa situs yang telah dibuat situs palsunya salah satunya klikbca menjadi klickbca lalu Facebook menjadi Faceboook. Jadi pastikan pengetikanmu benar sebelum membuka situs tertentu.

Cek Domain

Nggak sedikit situs penipuan yang menggunakan domain gratisan walaupun sekarang ini harga domain .com atau .net terbilang murah. Memakai domain gratis tentunya agar terbebas dari keharusan pendaftaran dokumen seperti SIUP, NPWP dan dokumen lainnya. Namun nggak semua domain berbayar mewakili situs asli karena sekarang ini dengan modal 100 ribu pun kamu sudah dapat memiliki domain keren untuk sebuah situs.

Perhatikan HTTP dan HTTPS

Sekilas memang nggak ada bedanya antara http dan https, namun perlu kamu ketahui kalau huruf “s” dam https memiliki arti secure, dengan kata lain situs yang menggunakan protocol https itu terjamin keamanannya. Jadi kalau kamu menemukan situs berhadiah yang meminta kamu untuk mengisi informasi pribadi tapi nggak menggunakan protokol https, kamu udah seharusnya ngerasa curiga.

Periksa Keamanan Situs

Sebuah situs asli seharusnya dilengkapi dengan footer berupa logo atau tautan yang mengarah pada penyedia keamanannya. Nah kalau kamu nggak menemukan footer tersebut tapi di dalam situsnya meminta kamu memasukkan data pribadi milikmu, sebaiknya kamu waspada dengan keaslian situsnya.

Itulah 4 cara mudah untuk mengetahui situs palsu agar kamu terhindar dari penipuan online. Jadi usahakan setiap kali membuka situs tertentu untuk berbelanja atau melakukan hal yang membutuhkan data pribadi, coba terapkan cara-cara di atas ya!

Komentar