Penagihan Kartu Kredit BCA tidak Kooperatif

Kategori:


Sub Kategory:


Label: BCA


Saya pemegang kartu kredit BCA no 1888 8012 9421 7***, sejak tahun 2008. Pada tahun 2009 terpaksa saya melalaikan kewajiban saya untuk membayar kartu, dikarenakan saya mengalami musibah yang bertubi-tubi tahun 2009, di mana saya terkena PHK dari tempat saya bekerja dan orang tua saya harus masuk ICU RS Harapan Kita karena serangan jantung. Namun, tahun 2009 itu saya berusaha untuk menghubungi BCA di Halo BCA dan mendatangi BCA di Chase Plaza,dan meminta print out transaksi saya.

Dari awal tahun 2009, dan ingin meminta reschedule pembayaran tagihan kartu BCA.Namun pihak BCA hanya mngatakan bahwa BCA tidak prnah ada reschedule pembayaran, dan tidak bisa memberikan print out tagihan. Lalu saya disuruh pulang, dan katanya akan dihubungi kembali. Lalu saya pulang, dan tidak ada yang menhubungi saya, sampai sekitar April 2010 ada debt collector ke rumah saya. Lalu saya berusaha telp halo bca lagi, namun CS halo BCA menyuruh saya menghubungi BCA di Grand Indonesia, yang katanya kantor pusat BCA.

Lalu saya ke Grand Indonesia. Dari Grand Indonesia saya dilempar ke wisma Barclay, menemui pic yang menghandle saya (jika tidak salah, namanya Pak Bidin). Saya lalu ke Wisma Barclay, dan harus menunggu beliau pulang dari meeting di Grogol. Saya menunggu sampai sekitar jam 5 sore, lalu bapak bidin menemui saya, dan saya meminta hal yang sama seperti yang saya minta di chase plaza. Namun pak bidin bilang tidak bisa. Dan saya katakan, saya sudah lelah dilempar - lempar terus oleh pihak BCA, dan saya minta kejelasan, dan perjanjian tertulis. Namun beliau malah mengatakan saya stres dan minta security untuk menghandle saya.

Karena kesal saya berteriak, sampai kaki saya kram dan gemeteran, karena saya menahan emosi, dan pak bidin tersebut kabur, dan saya dibujuk oleh rekan pak bidin dan security di sana. Saat itu saya keukeuh mau menunggu sampai saya mendapat kejelasan dari BCA, namun mereka mengatakan yang dapat memutuskan adalah pihak manajemen BCA. Lalu saya disuruh pulang,dan katanya akan dihubungi kembali oleh pihak BCA. Akhirnya saya menurut dan pulang ke rumah.

Namun saya tunggu-tunggu, tetap saja tidak ada org BCA yang menghubungi saya. Sampai kemaren Sabtu 24 Juli 2010 ada seseorang bernama Yustus O Kopla, dari PT ALFA OMEGA, collection agents, dengan direktur bernama Rudy F Alfons, yang diberi kuasa oleh PT BCA, Tbk yang berkedudukan di Wisma 46 kota BNI Lt 10, Jl Jend Sudirman, diwakili oleh Bidin Abdy, selaku kepala biro penagihan dan penyelamatan kredit. Apakah PT Alfa Omega ini benar-benar mendapat perintah dari pihak BCA?

Beginikah cara BCA memperlakukan nasabahnya? Apakah sebagai nasabah yang telah memberikan kontribusi terhadap penghasilan BCA, saya berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan kejelasan dari semua transaksi saya? Saya bukan mau kabur, saya beritikad baik dan masih berniat bertanggung jawab, walau kondisi keuangan saya sebenarnya juga sedang susah. Namun saya jadi bingung dan kecewa dengan perlakuan oknum-oknum yang mengatasnamakan BCA. Saya jadi ragu, apakah benar mereka pegawai-pegawai BCA, salah satu Bank terbesar di Indonesia.

Jujur saya merasa terintimidasi oleh perlakuan pihak BCA yang memperlakukan saya dengan kasar dan tidak baik, padahal saya bukan seorang penjahat atau koruptor, hanya kebetulan keadaan yang memaksa saya harus melalaikan kewajiban, namun tetap saya tidak kabur dari tanggung jawab. Kepada para pimpinan BCA yang terhormat, yang kebetulan membaca surat saya ini, semoga hati nurani anda tergerak dan dapat membantu saya dalam menyelesaikan masalah ini. Terima kasih kepada Kompas yang bersedia memuat surat saya ini.

Theresia V
Bintara Jaya Blok A 729
bekasi barat

Komentar